Namun Dirut PLN Fahmi Mochtar menegaskan, anak sahanya nanti hanya bergerak sebatas kepemilikan saham atau portofolio di perusahaan tambang yang mengelola tambang batubara. PLN Batubara tidak akan turun langsung karena memang bukan kompetensi sebuah perusahaan listrik.
"Sudah ada 5 sampai 6 yang sedang dinegosiasikan dengan PT PLN Batubara, dan itu bermacam-macam. Ada yang menawarkan anak perusahaan PLN memiliki 51%, ada yang 70%. Masing-masing berbeda," katanya usai rapat dengan DPD di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mencari KP-KP yang potensial, PLN juga mengandalkan penerapan DMO batubara di 2009 dalam bentuk barang (in kind). Selama ini pemerintah mendapat bagian batubara dalam bentuk cash.
"Kalau itu terjadi akan memberikan fleksibelitas yang lebih tinggi dalam menjamin suplai kami," tambahnya.
Tidak Tertarik BUMI
Fahmi juga menyatakan hingga kini PLN belum tertarik membeli saham BUMI melalui pasar saham. Bagi Fahmi, PLN harus memiliki saham dominan dalam perusahaan batubara yang dibelinya. BUMI merupakan pemilik saham produsen batubara terbesar di Indonesia yaitu KPC dan Arutmin.
"Saya kira PLN harus dominan, kalau dia kecil ya lewat," katanya.
(lih/qom)











































