Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
"Kementerian BUMN tetap pada kebijakan privatisasi KS melalui IPO (penjualan saham perdana) daripada strategic sales," katanya.
Menurutnya, kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham KS ini sesuai dengan persetujuan dari DPR. Perusahaan baja kelas dunia Arcelor-Mittal memang disebut-sebut akan berusaha masuk kembali ke KS setelah sebelumnya gagal menguasai 40 persen saham perusahaan baja plat merah tersebut.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Luxemburg Jeannot Krecke, dikabarkan sudah melakukan lobi kepada pejabat Indonesia. Pada lobinya itu Krecke menyatakan bahwa Mittal tertarik untuk membeli sebagian saham KS. Pemerintah Luksemburg memang layak berkepentingan karena memiliki tiga persen saham di Mittal.
Namun Sofyan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui adanya lobi dari Menteri Luxemburg tersebut. "Nggak ada (lobi), belum. Jadi sejauh ini tidak ada perubahan kebijakan. Opsinya tetap IPO, tidak ada penjajakan itu (strategic sales)," ujarnya. (ang/lih)











































