"Presiden berpesan agar betul-betul APBN dijalankan dengan tepat disalurkan. Jangan ada kendala, jangan ada hambatan, cepat dan tepat, karena ini akan sangat membantu sektor riil karena fiskal inilah yang paling cepat," ujar Mensesneg menirukan pesan SBY usai mengikuti rapat paripurna kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
SBY juga berpesan agar menteri-menteri terkait, terutama bidang infrastruktur dan proyek-proyek infrastruktur yang sudah on pipeline maupun yang sedang dalam proses pembiayaan itu agar betul-betul dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY juga meminta agar para menteri menindaklanjuti apa yang jadi arahan-arahan presiden terutama terkait dengan sektor riil yang sudah disampaikan presiden terutama perbankan dan kalangan ekonomi agar diimplementasikan dalam tindakan-tindakan yang membantu sektor riil.
"Contohnya, ada orang mau investasi lahan tumpang tindih atau katakanlah ada lahan masih jadi kendala itu harus diselesaikan jangan dibiarkan agar sektor riil itu terkendala dan jadi hambatan," terangnya.
Saat berada di luar negeri, lanjut Hatta, semua tugas kepersidenan sepenuhnya diserahkan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun tentunya, apapun keputusan yang akan diambil oleh Kalla terlebih dahulu dikomunikasikan dengan SBY.
Presiden SBY rencananya akan berkunjung ke Amerika Serikat untuk menghadiri KTT G-20 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 November di Washington DC.
Kunjungan akan dilanjutkan ke Meksiko selama dua hari, 16-17 November 2008. Presiden selanjutnya menuju Brasil dan mengakhiri kunjungannya ke Lima, Peru dalam rangka menghadiri pertemuan para pemimpin ekonomi APEC ke-16.
Presiden SBY dijadwalkan kembali ke tanah air pada hari Senin, 24 November 2008 dan diperkirakan tiba di Jakarta pada hari Rabu, 26 November 2008.
(anw/qom)











































