Pada perdagangan Rabu (12/11/2008) di New York, kontrak minyak jenis light anjlok hingga 3,17 dolar ke US$ 56,16 per barel. Sementara minyak Brent juga merosot hingga 3,34 dolar ke level US$ 52,37 per barel.
Minyak light sempat merosot ke US$ 55,83 per barel yang merupakan level terendah sejak Maret 2007. Sementara minyak Brent sempat merosot hingga US$ 52,05 per barel, level terendah sejak Januari 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EIA memperkirakan permintaan minyak AS pada tahun 2008 akan turun hingga 1,1 juta barel per hari (bph) atau 5,4%. Inilah untuk pertama kalinya konsumsi minyak negara konsumen terbesar itu turun lebih dari 1 juta bph, sejak tahun 1980.
Untuk tahun 2009, EIA memperkirakan permintaan minyak akan turun hingga 250.000 bph atau 1,3%.
Untuk permintaan minyak dunia, EIA memperkirakan hanya akan terjadi kenaikan 100.000 bph pada tahun ini, dan terus bertahan hingga tahun depan.
"Kondisi perekonomian terkini dan pelemahan ekonomi dunia telah menurunkan permintaan energi dunia serta membuat harga minyak mentah dan produk energi lainnya turun dengan cepat," ujar EIA seperti dikutip dari Reuters.
Dalam kurun 2007-2009, konsumsi minyak dari negara-negara non industri seperti China, Amerika Latin dan Timur tengah diperkirakan naik 2,3 juta bph. Kenaikan ini diharapkan bisa menutupi penurunan permintaan hingga 2,2 juta bph dari negara-negara industri seperti AS dan Eropa.
EIA memperkirakan harga minyak akan bertahan di kisaran US$ 60 per barel pada tahun depan. Level ini akan tergantung pada besaran dan durasi pelemahan ekonomi, serta keputusan OPEC dan non OPEC.
"Kami memproyeksikan harga minyak relatif flat, antara US$ 60-65 per barel selama tahun 2009. Kondisi perekonomian global diperkirakan masih tetap menjadi faktor utama yagn menggerakkan harga minyak," demikian laporan dari EIA.
(qom/qom)











































