Pemerintah Kantongi 4 Kontrak CBM US$ 16,31 Juta

Pemerintah Kantongi 4 Kontrak CBM US$ 16,31 Juta

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2008 11:15 WIB
Pemerintah Kantongi 4 Kontrak CBM US$ 16,31 Juta
Jakarta - Pengembangan gas metana batubara (coal bed methane/CBM) makin marak. Kini pemerintah menambah pengembangan CBM dengan menandatangani empat Kontrak Kerja Sama (KKS) CBM dengan nilai investasi US$ 16,31 juta.

Selain komitmen investasi, pemerintah juga mendapat bonus tandatangan sebesar US$ 4 juta. Empat kontrak CBM ini menambah deretan k6 ontrak CBM yang sudah diteken sebelumnya.

Penandatanganan kontrak dilakukan antara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro
mewakili pemerintah dan empat perusahaan atau konsorsium pemenang tender di Kongres Ikatan Alumni Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) di Gren Melia, Jakarta, Kamis (13/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"6 kontrak sudah ada ditandatangani, sekarang ada 4 kontrak jadi totalnya
menjadi 10 kontrak, saya harapkan ini menjadi pionir," kata Purnomo saat sambutan.

Keempat kontrak CBM yang diteken adalah berlokasi di Barito Banjar 1
dengan kontraktor PT Indobararambai Gas Methan, Barito Banjar 2 dengan kontraktor PT Barito Basin Gas, Sangatta dengan kontraktor Konsorisum PT Pertamina Hulu Energi Metana Kalimantan A Sangatta West CBM Inc, dan Kutai dengan kontraktor Konsorsium Kutai West CBM Inc dan Newton Energy Capital Liimited.

Nilai investasi masing-masing wilayah kerja CBM adalah:
  • Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi Metana Kalimantan A Sangatta West CBM Inc (Pertamina dan Ephindo) untuk kontrak CBM di wilayah kerja Sangatta I, Kalimantan dengan investasi US$ 7,7 juta.
  • PT Indobararambai Gas Methan untuk kontrak CBM di wilayah kerja Barito Banjar 1 US$ 3,3 juta.
  • PT Barito Basin Gas untuk kontrak CBM di wilayah kerja Barito Banjar 2 US$ 3,3 juta.
  • Konsorsium Kutai West CBM Inc. dan Newton Energy Capital Limited untuk kontrak CBM di wilayah kerja Kutai dengan nilai US$ 6,6 juta.
Sebelumnya, pada 27 Mei 2008, pemerintah juga menandatangani kontrak CBM untuk Blok Sekayu dengan komitmen investasi 3 tahun pertama US$1 juta. Lalu pada 26 Juni 2008 kontrak CBM di Bentian Besar dengan investasi US$ 6,5 juta dan di Indragiri Hulu US$ 6,5 juta.

Dua blok CBM lainnya yang akan menyusul yakni Ogan dengan komitmen investasi tiga tahun pertama US$ 7,05 juta dan Kutai senilai US$ 5,606 juta.

Pemerintah juga sedang melakukan evaluasi bersama dengan delapan perusahaan, studi bersama dengan satu perusahaan dan menerima aplikasi awal pengembangan CBM dari 39 perusahaan. (hen/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads