Demikian disampaikan Kalla saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Guru Madrasah se-Indonesia di Gedung Dua Istana Wapres, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
"Sekarang krisis sudah bertiup-tiup mengenai kita, tidak bisa kita hindari. Kita mencoba mengatasi efeknya sebaik mungkin," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mencontohkan dampak krisis ekonomi AS yang terasa hingga tanah air. Kalla bercerita, akibat krisis ekonomi yang terjadi di AS, masyarakat AS pun berusaha mengurangi pengeluaran mereka termasuk dengan menekan biaya perjalanan.
"Akibat krisi ini di Amerika, warganya mengurangi jalan-jalan dan mengurangi pesiarnya," kata Kalla.
Akibat jadi jarang berpergian, banyak mobil-mobil di AS yang akhirnya jadi jarang digunakan apalagi diganti dengan yang baru. Karena mobil-mobil tersebut jarang dipakai ke luar rumah, ban mobil yang dipakai pun jadi lebih awet.
Kalau sudah begini, memang akan berdampak pada Indonesia sebagai salah satu pengekspor karet besar di dunia. Karet dari Indonesia inilah yang biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan ban di AS.
"Karena jarang dipakai mobilnya, bannya juga tidak diganti-ganti. Karena bannya tidak diganti, berdampak pada ekspor karet kita yang menurun," katanya.
Jadi, apakah angin krisis ini hanya bertiup-tiup kemudian berlalu atau justru makin kencang hingga menjadi badai? Kalla pun tak tahu jawabannya. (lih/qom)











































