Menneg BUMN Kecewa Pertamina Kalah

Menneg BUMN Kecewa Pertamina Kalah

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2008 17:38 WIB
Menneg BUMN Kecewa Pertamina Kalah
Jakarta - Kementerian BUMN mengaku kecewa dengan keputusan Departemen ESDM yang tidak memenangkan Pertamina dalam pengelolaan Blok migas Semai V. Menneg BUMN Sofyan Djalil menilai Departemen ESDM tidak berpihak pada perusahaan negara.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantornya, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (14/11/2008).

"Aduh saya kecewa bener itu, Pertamina bisa dikalahkan orang lain. Tidak berpihak pada perusahaan negara," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan telah melayangkan surat ke Departemen ESDM yang menyatakan kekecewaannya. Ia sangat menyayangkan keputusan Departemen ESDM yang tidak memberikan pengelolaan Semai V ke perusahaan negara seperti Pertamina, justru ke perusahaan asing, yakni Hess.

Padahal, Pertamina mengaku sudah memberikan penawaran yang jauh lebih baik ketimbang Hess yang dimenangkan pemerintah.

"Saya sudah kirim surat ke ESDM, intinya saya kecewa kenapa sih nggak berpihak ke perusahaan nasional. Kapan kita besarkan perusahaan nasional apalagi Pertamina," katanya.

Sementara itu, Dirjen Migas Evita Legowo menyatakan pihaknya belum menerima surat keberatan dari Pertamina. Ia hanya menyatakan, pertimbangan pemilihan pengelolaan blok migas tidak hanya didasari pertimbangan ekonomis tapi juga teknis dan performance.

"Tidak hanya ekonomis, tapi teknis dan performance yang kita pertimbangkan. Jadi tiga-tiganya. Dan itu sudah kita konsultasi ke pihak lain," ujarnya.

Secara terpisah, VP Communications Pertamina Anang Rizkani Noor menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat keberatan ke Departemen ESDM. Namun memang hingga kini pihaknya belum mendapat tanggapan balik dari Departemen ESDM.

"Sudah disampaikan surat ke ESDM untuk mohon klarifikasi. Tapi belum ada respons. Kami merasa yakin kami punya proposal yang teknis dan investasi jangka panjang, sehingga bisa pastikan hasil yang akurat," katanya.

Namun Anang mengaku pihaknya tidak membatasi sampai kapan Departemen ESDM harus merespon. Pertamina pun mengaku belum menyiapkan rencana apapun jika keberatannya ini tidak ditanggapi.

"Kita terserah pemerintah saja," ujarnya pasrah.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads