Demikian disampaikan Manajer Komunikasi Korporat PLN Ario Subijoko dalam siaran persnya, Sabtu (15/11/2008) menanggapi aksi pengrusakan Mess karyawan PLTU III di Teluk Naga, Banten yang terjadi pada Jumat (14/11/2008) sekitar pukul 23.25 WIB.
Ario pun menambahkan, aksi tersebut diikuti dengan penjarahan laptop, komputer, TV dan barang-barang berharga lainnya serta perusakan 7 buah mobil. PLN saat ini masih menghitung besarnya kerugian. Disinyalir aksi ini dilakukan oleh sekelompok preman yg jumlahnya mencapai ratusan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLN sangat menyayangkan kejadian ini, karena aksi premanisme tsb telah menimbulkan ketakutan bagi para pekerja karena sangat mengganggu kelancaran proyek pemeintah dalam hal ini poyek percepatan pembangunan PLTU 10.000 MW," imbuhnya.
Proyek PLTU Banten III merupakan bagian dari proyek pembangkit 10.000 MW, untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik pada Sistem Kelistrikan Jawa Bali.
PLN selanjutnya akan berkoordinasi dengan Muspida, aparat keamanan dan masyarakat, serta tetap melanjutkan semua pekerjaan konstruksi untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
(qom/qom)










































