Pertamina Targetkan 300 Stasiun Pengisian Elpiji di 2009

Pertamina Targetkan 300 Stasiun Pengisian Elpiji di 2009

- detikFinance
Sabtu, 15 Nov 2008 15:30 WIB
Pertamina Targetkan 300 Stasiun Pengisian Elpiji di 2009
Jakarta - Pertamina menargetkan 300 filling station atau stasiun pengisian gas elpiji di Indonesia guna meningkatkan infastruktur penunjang arus distribusi elpiji kepada masyarakat. Apalagi kebutuhan konsumsi elpiji nasional di 2009 diperkirakan akan meningkat.

Hal ini dikatakan oleh Vice President Gas Domestik Pertamina Wahyudin Akbar di sela-sela acara sosialisasi penggunaan elpiji kepada masyarakat yang dilakukan di Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (15/11/2008).

"Target kita sampai akhir 2009 ada 300 filling station elpiji, sekarang kita sudah menambah beberapa sampai akhir tahun, tapi hanya untuk memenuhi kebutuhan yang ada dulu. Filling station itu masing-masing bisa mengisi 3.000 sampai 5 ribu tabung per hari " jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudin mengatakan pihaknya memperkirakan konsumsi elpiji ke depan akan naik hingga 3 juta kiloliter. Dan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut Pertamina memerlukan filling station lebih banyak lagi.

"Sekarang jumlah filling station yang sudah dibangun sekitar 80-100, nanti kita akan kembangkan sampai 300 supaya masyarakat gampang mendapatkan," ujarnya.

Untuk pembangunan filling station ini Pertamina akan melibatkan pihak swasta nasional untuk ikut bekerjasama. Wahyudin mengatakan investasi Pertamina untuk membangun filling station ini adalah sekitar Rp 2-3 miliar untuk setiap filling station.

"Filling station kita kembangkan yang murah sekitar Rp 2-3 miliar, yang murah-murah agar penyebaran merata," katanya.

Pertamina juga berencana membangun beberapa storage elpiji yang dibangun di beberapa kota besar seperti Semarang, Surabaya, Banyuwangi dan Lampung yang kapasitas seluruhnya adalah 10 ribu metric ton.

"Minimal 1.000 metric ton untuk tiap-tiap terminal. Saat ini di Laut Jawa ada kapal tanker yang besar, yang kapasitas hampir capai 40 ribu metric ton. Jadi di Balongan selalu ada kapal tanker, karena demand emerging naik terus. Kita tidak tahu sampai berapa karena tergantung pola masyarakat. Pada intinya kita sudah siap semua," paparnya.

Dikatakan Wahyudin untuk membangun storage terminal dengan kapasitas 10 ribu metric ton ini dibutuhkan investasi senilai US$ 32 juta untuk 1 terminal saja, sementara Pertamina sendiri berencana untuk membangun 4 terminal.

"Tahun depan target kita selesaikan terminal Surabaya dan Semarang mudah-mudahan awal 2010," imbuhnya.




(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads