Program Konversi Minyak Tanah Sudah 78,66% dari Target

Program Konversi Minyak Tanah Sudah 78,66% dari Target

- detikFinance
Sabtu, 15 Nov 2008 16:02 WIB
Program Konversi Minyak Tanah Sudah 78,66% dari Target
Jakarta - Proses konversi minyak tanah ke elpiji sudah menjangkau 78,66% atau 11,8 juta KK (Kepala Keluarga) dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sampai dengan akhir tahun yang sebesar 15 juta KK.

Hal ini dikatakan oleh Vice President Gas Domestik Pertamina Wahyudin Akbar di sela acara sosialisasi penggunaan elpiji kepada masyarakat yang dilakukan di Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (15/11/2008).

"Data terakhir konversi minyak tanah ke elpiji adalah sudah menjangkau 11,8 juta KK dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu 15 juta KK, jadi tinggal sekitar 3,2 juta KK," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudin mengatakan meskipun sampai akhir tahun pemerintah telah mentargetkan 15 juta KK yang harus dicapai dalam program konversi ini. Namun Pertamina akan berupaya agar hasil yang dicapai adalah sebanyak 16 juta KK yang akan dicapai dalam program konversi ini.

"Pada awal tahun kita perkirakan program konversi ini bisa mencapai kepada 20 juta KK. Tapi karena ada beberapa kendala jadi turun 15 juta KK karena kendala tabung dan lain-lain. Atau mungkin orang masih kaget dengan konversi ini," katanya.

Dikatakannya, upaya yang akan terus dilakukan Pertamina agar program konversi ini bisa menjangkau 16 juta KK adalah dengan terus mendata kepala keluarga yang akan dibagikan kompor dan gas.

"Seperti di Jabar ada sekitar 3 jutaan lagi yang akan kita bagi, Jatim 1 jutaan lebih, Jateng sekitar 500 ribuan. Jadi mungkin di akhir tahun kita coba hampir 16 juta," jelasnya.

Untuk minyak tanah sendiri, dalam program konversi ini Wahyudin mengatakan dengan tercapainya 11,8 juta KK yang telah dijangkau, jumlah minyak tanah yang berhasil dikurangi konsumsinya adalah 1,8 juta kiloliter dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 2,1 juta kiloliter sampai dengan akhir 2008.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads