Petani Minta HPP Beras dan Gabah Naik 15%

Petani Minta HPP Beras dan Gabah Naik 15%

- detikFinance
Minggu, 16 Nov 2008 17:55 WIB
Petani Minta HPP Beras dan Gabah Naik 15%
Jakarta - Kalangan petani mendesak pemerintah agar penetapan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) 2009 untuk beras dan gabah. Kenaikan HPP yang diminta minimal sesuai kenaikan inflasi atau lebih baik jika bisa sampai 15%.

Menurut Ketua Umum Kelompok Kontrak Tani NelayanΒ  (KKTN) Winarno Tohir, kenaikan HPP ini penting mengingat kondisi tekanan ekonomi tahun depan bakal menyulitkan bagi kalangan petani.

"Kami minta kalau bisa pemerintah menetapkan minimal dari besaran inflasi, tapi kalau lebih baik bisa 15%," katanya usai acara media gathering Perum Bulog, di Cianjur, Sabtu sore (15/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar menjelaskan kenaikan HPP beras dan gabah tahun 2009 harus dilihat dari 3 sisi yaitu soal harga yang bisa diterima konsumen setelah kenaikan HPP, pertimbangan biaya produksi petani dan yang terakhir soal keseimbangan harga beras dalam negeri dengan harga beras internasional. Mengingat Bulog berencanaΒ  melakukan ekspor beras tahun 2009 nanti.

"Jumat kemarin Deputi Perekonomian mengundang stakeholder termasuk Bulog dan Deptan diundang membicarakan HPP 2009. Kalau saya lihat dari jadwal Menko Perekonomian mudah-mudahan pada bulan NovemberΒ  konsep ini bisa diselesaikan. Sehingga bulan Desember, atau paling lambat 1 Januari 2009 pada saat ayam berkokok HPP baru ditetapkan," jelas Mustafa.

Ia mengharapkan penetapan HPP tahun 2009 tidak terulang seperti penetapan HPP
2008. Pada waktu itu HPP diumumkannya terlambat beberapa bulan, sehingga daya
serap hanya 30% dari target.

"Kita bersyukur masih bisa menyerap,mudah-mudahan di tahun 2009 tidak terulang
lagi, target tahun depan bisa tercapai," harapnya.

Diakuinya banyak kalangan petani mendesak kenaikan HPP berada di kisaran diatas
10% karena inflasi tahun ini ditaksir bisa mencapai 12% lebih.

"Harapan kami, HPP itu sesuai dengan cost produksi petani, kalau petani
misalnya minta 10%, pemerintah hanya 8%, harus ada jalannya. Usul sayaΒ  petani
jangan terpaku dengan harga saja," ucapnya.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads