Demikian disampaikan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono dalam acara workshop Nasional Solar Energy, di Departemen Perindustrian, Jakarta, Senin (17/11/2008).
"Saya belum mendapat laporan, tapi soal kejadian kemarin tidak ada pengaruhnya karena yang dibakar adalah bedeng bukan proyeknya. Proyeknya pun masih dalam tahap pondasi, jadi nggak bisa dibakar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk PLTU di Banten lainnya, Purwono menegaskan PLTU Banten I (Labuan) akan rampung pada Maret 2009. Hingga kini tahap penyelesaiannya sudah mencapai 82%.
"Ini masalah kesalahpahaman saja, saya rasa bisa diatasi," kilahnya.
Sebelumnya, PLN sempat khawatir pembakaran mess di PLTU III Banten bisa menghambat kemajuan proses program 10.000 MW.
Baru 16%
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PLN Supriyanto menyatakan, pembangunan di PLTU III Banten baru mencapai 16%.
"Baru pasang pancang-pancang dan pengerukan tanah," ujarnya ketika dihubungi detikFinance.
PLN pun sangat menyayangkan kejadian ini karena bisa membuat kontraktor 10.000 MW lainnya, yang kebanyakan juga perusahaan China, kocar-kacir.
"Mereka pertanyakan keamanan, kita menyampaikan bahwa ini di luar kuasa perusahaan. Tindakan anarkis di luar dugaan kita," katanya.
Saat ini, lebih dari 100 pekerja dari perusahaan kontraktor China masih dievakuasi di Hotel Mulia, Senayan. Belum ada kepastian kapan proyek bisa dimulai lagi. PLN masih mencari cara agar kejadian ini tidak terulang lagi.
(lih/qom)











































