Pertemuan secara bergiliran dengan sistem one on one meeting itu antara Presiden SBY dengan CEO tiga perusahaan energi itu berlangsung di ruang Aztlanta Hotel Presedente Intercontinental, Mexico City, Minggu (16/11/2008). Pertemuan berlangsung selama satu jam dari pukul 16.00 hingga 17.00 waktu setempat atau Senin (17/11/2008) dini hari WIB.
CEO tiga perusahaan energi Meksiko yang terlibat pembicaraan dengan SBY adalah CEO Sempra Energy, CEO TAMSSA-Axtellarat Energy dan CEO Group Transportes Maritimos Mexicanos SA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Mendag Mari E Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, serta dua jubir Presiden SBY ikut dalam pertemuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Sempra memiliki 3 terminal di Baha, California, AS. "Kebutuhan LNG Sempra akan dikirim dari Tangguh mulai semester kedua tahun depan. Terminal Sempra sudah siap dan mereka juga sudah mengunjungi Terminal Tangguh," kata Purnomo seperti dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad dari Mexico City yang mengikuti lawatan Presiden SBY.
Penjualan dan pendistribusian LNG Tangguh ke California ini bernilai 1 miliar dolar AS. "Pendapatan ini akan di-share, 65 persen untuk pemerintah dan 35 persen untuk Tangguh," ujarnya.
Sementara itu, TAMSSA-Excelarate Energy sedang menjajaki kemungkinan membangun dua terminal gas di Gresik (Jawa Timur) dan Banten. Mereka akan bekerja sama dengan konsorsium tiga BUMN, yaitu Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Axtellarat punya keahlian membangun terminal di laut," kata Purnomo. Gas dari dua terminal yang akan dibangun perusahaan Meksiko ini untuk memenuhi kebutuhan pulau Jawa. Belum jelas, kapan penjajakan akan terealisasi.
Perusahaan lainnya, Group Transportes Maritimos Mexicanos (TTM) SA berencana membeli batubara 6 juta ton per tahun untuk pembangkit listrik di Meksiko. Selama ini TTM mendapatkan batubara dari negara Amerika Latin. Namun, saat ini pasokannya mulai anjlok. Rencananya TTM akan memulai dengan mengimpor 3 juta pertahun dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 6 juta ton.
Untuk merealisasikan rencana ini, TTM siap untuk membangun port batubara. "Dalam pertemuan dengan Presiden, pimpinan TTM menyatakan siap membangun port untuk proyek ini," jelas dia.
(asy/qom)











































