Sofyan sebelumnya menyatakan kekalahan Pertamina ini sebuah bentuk ketidakberpihakkan pada perusahan negara. Apalagi Pertamina sudah menawarkan komitmen yang lebih besar dari Hess, yang jadi pemenangnya.
Namun berdasarkan penjelasan yang didapat Sofyan dari Purnomo, kekalahan Pertamina bukan semena-mena ketidakberpihakkan pada perusahaan negara. Karena harus dilihat juga bagaimana peran Pertamina dalam pengelolaan blok tersebut nantinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya penjelasannya waktu itu Pak Pur (Purnomo) bilang Pertamina itu minoritas," kata Sofyan ketika ditemui di Gedung Garuda, Senin (17/11/2008).
Meski begitu, menurut Sofyan hal itu wajar-wajar saja. Baginya, Pertamina hanya menjadikan kerjasama dengan Shell sebagai proses pembelajaran. Sehingga jika Pertamina bisa mendapatkan hak pengelolaan di Blok Semai, maka sebetulnya Pertamina bisa memanfaatkan proses pembelajaran itu.
"Bagi saya sebenarnya Pertamina menjadikan itu sebagai proses pembelajaran," katanya.
(lih/lih)











































