"Krakatau Steel akhir tahun ini melakukan perawatan tahunan terutama di hulu, kondisi ini sesuai dengan kondisi pasar yang lesu kemungkinan akan dilanjutkan maka akan kita idle-kan saja, tapi belum sampai merumahkan," kata Fazwar Bujang Direktur Utama PT KS yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IISIA, dalam acara konferensi pers, di Gedung KS, Jakarta, Senin (17/11/2008).
Mengenai langkah selanjutnya di tahun 2009, Fazwar mengaku belum bisa memastikan terhadap 2500 karyawan tersebut, pihaknya masih melihat kondisi pasar.
Ia menjelaskan, hal serupa juga dialami oleh pabrik baja lainnya dan dunia usaha pada umumnya, setidak ada beberapa langkah prosedur yang bisa dilakukan produsen pada saat permintaan turun.
Tahap-tahapnya yaitu menurunkan produksi, memaksimalkan maintainance (idle), lalu merumahkan terlebih dahulu, setelah penutupan pabrik yang dilanjutkan dengan PHK.
"Kita tidak mau langkah keempat (PHK) itu terjadi. Untuk hulu kira, kira-kira 2500 orang tenaga kerja, sementara waktu mereka sapu-sapu, bersih," katanya.
Dari sektor hulu yang dilakukan langkah perawatan atau idle (menganggur) yaitu ada dua bagian 2 unit line iron making, 2 unit line steelmaking.
Sementara itu Direktur Pemasaran PT Gunung Garuda Sujono mengatakan bahwa hingga pihaknya akan menerapkan serupa untuk sektor produksi baja profil (IWF)
"Kami masih menghitung, line produksinya yang mana, sekarang ini karyawan kami 4000 sampai 5000 orang, tapi kami ada rencana maintainance di IWF," katanya.
(hen/qom)











































