"Sebesar 8 juta ton ekspektasi kita pada bulan Juli 2008, tapi dengan perkembangan sekarang ini konsumsi itu tahun ini hanya 7,5 juta ton saja," kata Ketua Umum IISIA Fazwar Bujang, di acara konferensi pers, Jakarta, Senin (17/11/2008).
Melihat kondisi ini para produsen baja semakin pesimis mengenai kondisi industri baja secara keseluruhan. Selain dihantam oleh membanjirnya produk impor baja, pemanfaatan baja dalam negeri untuk proyek-proyek pemerintah masih rendah.
Padahal apabila melihat konsumsi per kapita baja Indoanesia yang masih 32 kg per tahun dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Singapura 665 kg, Vietnam 110 kg, Malaysia 290 kg, Thailand 193 kg. Potensi pertumbuhan konsumsi baja domestik masih terus tumbuh yang bisa diiringi investasi baru.
Hingga kini total industri hulu dan hilir baja mencapai 300 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja langsung maupun tidak langsung mencapai 200.000 orang (data depperin 2005).
Dari 300 perusahaan itu mampu memproduksi hingga 5 juta ton sampai 6 juta ton per tahun, dengan ekspor per tahun sebanyak 1,8 juta ton dan jumlah impor diperkirakan mencapai 3,2 juta ton lebih per tahun
"Karena baja itu grade-nya macam-macam lebar bentuknya dan sebagainya. Impor dan ekspor itu lumrah, tidak ada negara bebas 100% bergantung dengan produksi dalam negerinya," ujarnya. (hen/ir)











































