Hal ini disampaikan oleh Dirut PLN Fahmi Mochtar disela-sela acara Rakornas Kadin Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (18/11/2008).
"Kemarin sudah saya tandatangani, kita lihat pasar maka hanya Rp 1,5 triliun karena Rp 500 miliar nya termasuk sukuk. Wali amanatnya Bank Niaga dan penjaminnya Trimegah Securities, Indo Premier Securities dan satu lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tandatangan dengan Niaga untuk dimasukkan ke Bapepam, biasanya tinggal approve sama Bapepam saja," jelas Fahmi.
Sebelumnya PLN pada tahun ini berencana menerbitkan obligasi Rp 3 trilun dalan nominal rupiah dan US$ 1 miliar dengan total mencapai Rp 13 triliun.
Namun karena kondisi pasar finansial yang memburuk maka PLN melakukan eveluasi, sehingga yang diterbitkan baru dalam bentuk nominal rupiah dan jumlahnya hanya Rp 1,5 trilun saja.
(hen/lih)











































