Menurut Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Hasan Wijaya, mereka tidak bisa mengeluarkan biji kopi dari bank karena harga kopi sedang turun hingga di bawah harga patokan penjaminan kopi di bank.
"Karena harganya sedang turun ya bank-nya nggak mau melepas. Kalau kita nggak sabaran harga bisa turun lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata ada sisi positif dari kegagalan ekspor ini. Karena belum bisa mengekspor kopi, maka pasokan kopi di pasaran pun jadi lebih sedikit. Terbatasnya pasokan kopi ini akhirnya sedikit mendongkrak harga kopi di pasaran.
Hasan menambahkan, jenis kopi yang gagal diekspor adalah robusta. Awalnya, kopi-kopi tersebut akan dikirimkan ke Eropa dan AS.
(lih/qom)










































