Namun melihat rekam jejak IMF dan Bank Dunia, membuat para negara berkembang memberi cap buruk terhadap dua lembaga dunia tersebut.
Sehingga sudah saatnya ada lembaga baru yang memiliki peran seperti Bank Dunia maupun IMF atau apabila tidak mungkan maka perlu dilakukan
Hal ini disampaikan oleh ekonom INDEF Aviliiani disela-sela acara rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Selasa (18/11/2008).
"Mau tidak mau mendapatkan pinjaman, padahal hampir semua negara mengganggap kredibelitas World Bank dan IMF sudah sedemikian jelek. Kalau tidak ada lembaga baru maka sebaiknya ada reformasi di IMF dan World Bank," katanya.
Menurutnya, reformasi bisa dilakukan dengan menarik negara-negara Asia yang memiliki cadangan devisa besar seperti Jepang dan China untuk berkontribusi menyuplai dana ke IMF atau World Bank.
"Kalau tidak ada pinjaman, negara-negara di Asia yang harusnya bisa tumbuh 6% sampai 8% bisa tidak tercapai, karena hampir semua tidak mempunyai transaksi dagang tidak ada dolar yang cukup di negaranya," paparnya.
(hen/qom)











































