Hal itu diungkapkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Sofyan Djalil yang mengaku telah bertemu dengan JP Morgan pada Selasa kemarin (18/11/2008).
"Kemarin saya bertemu banyak klien JP Morgan, mereka bertanya macam-macam. Tapi ada satu yang bagus mereka katakan, Indonesia kurang promosi saja, kurang public relation," jelas Sofyan di kantornya gedung Garuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19//11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Akibatnya, citra Indonesia di mata internasional selama ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenenarnya. Investor asing di luar negeri tidak mengetahui secara persis bagaimana kondisi perekonomian Indonesia
Β
Sebaliknya investor asing tersebut terlihat sangat optimistis jika telah mengetahui langsung kondisi perekonomian Indonesia di tengah krisis yang masih melanda sekarang ini.
Β
"Mereka (investor asing) bilang bagi orang yang sudah lama tidak ke Indonesia, begitu datang akan sangat optimistis. Tapi sayangnya Indonesia ini kurang promosi saja," ujarnya.
Β
Ia juga mengatakan, sejauh ini investor asing tersebut masih tertarik untuk menanamkan modalnya, bahkan menambah investasi baru di Indonesia.
Β
"Ya so far masih ok. Dia bilang krisisnya kan ada di barat, di luar Indonesia. Kalau di Indonesia mereka mengatakan oke, tidak ada masalah," imbuhnya.
Β
Rencana ke depan, Sofyan bilang Indonesia perlu membentuk sebuah public relation agar bisa memberikan informasi yang tepat dan akurat ke dunia internasional, terutama para investor asing.
Β
"Saya pikir (public relation) itu harus. Memang akhirnya citra Indonesia di luar itu tidak seperti apa adanya Karena memang mungkin PR kita kurang di internasional," tandasnya.
(ang/ir)











































