JP Morgan: Indonesia Kurang Promosi

JP Morgan: Indonesia Kurang Promosi

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2008 09:28 WIB
JP Morgan: Indonesia Kurang Promosi
Jakarta - Perusahaan investasi internasional JP Morgan mengatakan Indonesia kurang berpromosi. Jadi jangan heran jika calon investor tidak tahu kondisi Indonesia yang sebenarnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Sofyan Djalil yang mengaku telah bertemu dengan JP Morgan pada Selasa kemarin (18/11/2008).

"Kemarin saya bertemu banyak klien JP Morgan, mereka bertanya macam-macam. Tapi ada satu yang bagus mereka katakan, Indonesia kurang promosi saja, kurang public relation," jelas Sofyan di kantornya gedung Garuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19//11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofyan, selama ini tidak ada semacam public relation yang bisa meng-update perkembangan Indonesia ke dunia internasional.
Β 
Akibatnya, citra Indonesia di mata internasional selama ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenenarnya. Investor asing di luar negeri tidak mengetahui secara persis bagaimana kondisi perekonomian Indonesia
Β 
Sebaliknya investor asing tersebut terlihat sangat optimistis jika telah mengetahui langsung kondisi perekonomian Indonesia di tengah krisis yang masih melanda sekarang ini.
Β 
"Mereka (investor asing) bilang bagi orang yang sudah lama tidak ke Indonesia, begitu datang akan sangat optimistis. Tapi sayangnya Indonesia ini kurang promosi saja," ujarnya.
Β 
Ia juga mengatakan, sejauh ini investor asing tersebut masih tertarik untuk menanamkan modalnya, bahkan menambah investasi baru di Indonesia.
Β 
"Ya so far masih ok. Dia bilang krisisnya kan ada di barat, di luar Indonesia. Kalau di Indonesia mereka mengatakan oke, tidak ada masalah," imbuhnya.
Β 
Rencana ke depan, Sofyan bilang Indonesia perlu membentuk sebuah public relation agar bisa memberikan informasi yang tepat dan akurat ke dunia internasional, terutama para investor asing.
Β 
"Saya pikir (public relation) itu harus. Memang akhirnya citra Indonesia di luar itu tidak seperti apa adanya Karena memang mungkin PR kita kurang di internasional," tandasnya.

(ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads