Para pemimpin industri otomotif mengingatkan kongres AS bahwa industri mereka sedang menghadapi bencana, sehingga mereka membutuhkan paket bantuan hingga US$ 25 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam hearing dengan kongres AS. Hearing itu dilakukan sehari setelah Senat dari Demokrat mengajukan bailout US$ 25 miliar untuk menyelamatkan industri otomotif AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan Chrysler LLC Robert Nardelli, CEO Ford Motor Alan Mulally, pimpinan Persatuan Pekerja Industri Otomotif Ron Gettelfinger, ekonom Peter Morici.
Untuk pertama kalinya, para CEO itu sepakat untuk meminta pertolongan ke pemerintah. General Motors minta bailout sekitar US$ 10-12 Miliar, Ford sekitar US$ 8 miliar dan Chrysler sekitar US$ 7 miliar.
"Industri otomotif domestik telah membuat kesalahan di masa lalu, namun masalah terkini telah diperburuk oleh salah satu kondisi perekonomian terburuk dalam tiga dekade terakhir," ujar Mulally.
Namun permintaan itu mendapat tanggapan miring terutama dari kubu Republik. Misalnya yang disampaikan senator Republik dari Alabama, Richard Shelby yang menyatakan industri otomotif sebagai 'model gagal' dan seharusnya mereka segera mendaftarkan kebangkrutan.
Sementara Senator Republik dari Kentucky, Jim Bunning mengatakan bahwa proposal itu bukan lah salah satu yang serius.
"Masalah dasar Detroit adalah bahwa mereka menciptakan model bisnis yang tidak memiliki peluang menjadi 'bola salju' dalam rangka bertahan dalam situasi perekonomian dunia," ujar senator Lindsey Graham dari South Carolina.
Namun ketua komite dari partai Demokrat, Christopher Dodd menyatakan bahwa mayoritas anggota senat ingin membantu industri otomotif.
Industri otomotif AS kini memang sedang berjuang agar tidak bangkrut. Saham GM dan Ford terus turun hingga perdagangan Selasa kemarin. Secara total, saham GM telah merosot hingga 90 persen, sementara Ford anjlok hingga 80 persen. (qom/ir)











































