Dari pertemuan itu diharapkan bisa menyelesaikan perundingan yang sempat terkatung-katung selama bertahun-tahun karena belum menemui kesepakatan perdagangan bidang pertanian dan non-pertanian termasuk penerapan special safeguard mechanism (SSM).
"Kita sepakat akan mengirim senior official pada hari minggu ini tanggal 24 November pertemuan di Jenewa," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam pembicaraan lewat telepon dengan wartawan dari Peru, Amerika Latin, Kamis (20/11/2008).
Dari pertemuan pembukaan itu, selanjutnya akan dibahas ditingkat menteri pada minggu pertama bulan Desember diantaranya membicarakan tarif di sektor agrikultural dan non-agrikultural, yang sebelumnya sempat dibicarakan soal koefisien tarif.
"Masalah koefesien tarif pada Juli yang belum selesai, diharapkan hasilnya selesai dan bisa seimbang," jelasnya.
Menurut Mari, kelanjutan komitmen perundingan Doha telah digariskan oleh kesepakatan para kepala negara dalam perundingan G-20. Dimana secara politis masing-masing kepala negara sepakat untuk melanjutnya perundingan dan bisa menyelesaikannya sebelum akhir tahun ini.
Ia juga mengatakan berdasarkan pembicaraan ditingkat menteri, semua menteri perdagangan sepakat mengikuti arahan dari kepala negaranya masing-masing untuk melanjutkan perundingan putaran Doha.
"Kita sepakat dan mendukung dari arahan kepala negara, sehingga menteri-menteri perdagangan kembali bernegosiasi tagetnya itu Desember," ujarnya.
Mengenai keberhasilan perundingan Desember ini, Mari mengaku dirinya belum bisa mendapatkan kesimpulan. Namun katanya, dengan kondisi krisis global sekarang, para negara yang sebelumnya bersikeras dengan pendiriannya masing-masing bisa berpikir ulang karena situasi ekonomi dunia sekarang ini sudah berubah dibandingkan dengan pertengahan tahun 2008 lalu.
"Situasi sudah berubah dibanding Juli, keadaan global saat ini yang sudah berbeda sehingga urgensi penyelesaian multilateral sangat penting," harapnya.
(hen/qom)











































