"Soal proteksionisme belum sampai kesitu jangan sampai terjadi. Kalau terjadi seperti tahun 1930-an masing-masing negara menghambat impor masuk," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam percakapan lewat telepon dengan para wartawan pada saat di Peru, Kamis (20/11/2008).
Untuk itu lanjut Mari, semua pemimpin dunia termasuk yang tergabung dalam G-20 berupaya mencegah langkah-langkah yang proteksionisme yang tidak beralasan sehingga tidak terjadi perang dagang.
Namun Mari mengakui bahwa mekanisme proteksi bisa saja dilakukan asalkan sesuai dengan mekanisme WTO seperti anti-dumping, safeguard dan lain-lain.
"Kalau tidak ada kesepakatan dan aturan main maka itu bisa saja terjadi (perang dagang)," ucap Mari.
Dikatakannya, dalam forum-forum internasional lainnya di luar G-20, hampir semua negara memiliki bahasa yang sama yaitu tidak menginginkan terjadinya perang dagang.Apabila ini terjadi, lanjut Mari, akan menghambat proses perbaikan perekonomian dunia yang saat ini porak-poranda dihantam krisis keuangan AS.
"Komitmen G-20 kita sepakat tidak akan meningkatkan langkah yang menghambat perdagangan," ucapnya.
(hen/qom)










































