Beberapa rencana ekspansi PKT diantaranya pembangunan unit produksi yang diberi nama Kaltim-5, berkapasitas 15 juta ton yang akan selesai pada tahun 2015 senilai US$ 750 juta.
Proyek kedua membangunΒ 2 pabrik NPK fuse blending dengan nilaiΒ investasi US$ 12 jutaΒ dengan kapasitas 200 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya sudah sounding BRI, Mandiri tapi lari semua targetΒ pengerjaan mundur dari 2009, persiapan sudah mulai di kuartal tiga dan awal 2010 bisa jalan, proses tetap berjalan," ungkapnya.
Menurut Hidayat, dua proyek tadi bernilai sangat strategis bagi perseroan khususnya untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk nasional beberapa tahun mendatang.
Sementara itu Direktur Keuangan PKT Eko Sunarko menambahkan bahwa saat ini PKT mengalami masalah untuk merealisasikan proyek-proyek tadi akibat likuiditas danΒ tingginya dolar AS.
"Untuk proyek pembangunan NPK fuse blending, kami tetap teruskan, sudah 11% berjalan," kilahnya
Untuk pembangunan unit produksi baru Kaltim-5, lanjut Eko, perseroan akan menghitung ulang karena dana sebesar US$750 juta ditengah ketatnya likuiditas saat ini.
(hen/qom)











































