Selain itu, terhadap BUMN-BUMN yang terkait langsung dengan gejolak harga komoditi tambang, komoditas perkebunan, manufaktur akan dilakukan langkah-langkah mitigasi agar BUMN tersebut bisa selamat dari terpaat krisis.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu di gedung Garuda Jakarta, Jumat (21/11/2008
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said Didu juga mengatakan masalah investasi BUMN yang menggunakan dolar AS akan dilakukan evaluasi agar proses pendanaan bisa lebih efisien. Meskipun ia menolak kalau hal ini diartikan sebagai langkah mengurangi belanja biaya BUMN, melainkan sebagai pengendalian biaya.
“Bukan mengurangi pembelanjaan, mengendalikan cost. Bukan mengurangi biaya, tapi mengendalikan biaya. Kita sedang evaluasi semua. Tentang investasi yang menggunakan mata uang asing,” ujarnya.
Dalam hal ini ia menegaskan kalau investasi BUMN sekarang ini harus diperhatikan antara keseimbangan harga produksi dengan cost of money yang mencakup bunga pinjaman dalam setiap investasi termasuk mata uang dollar.
“Kalau itu harganya turun cost of money akan naik. Susah mencari dolar AS. Itu kira-kira berapa cost of money. Kalau harga lebih besar dari cost of money nggak apa-apa investasi. Harga baja tinggal 30% dari harga normal,” jelasnya. (hen/ir)










































