PLTU Paiton Dapat Berkah Krisis

PLTU Paiton Dapat Berkah Krisis

- detikFinance
Sabtu, 22 Nov 2008 12:05 WIB
PLTU Paiton Dapat Berkah Krisis
Probolinggo - Krisis global yang melemahkan kurs rupiah tidak berdampak terhadap PLTU Paiton. PLTU yang ada di Situbondo tersebut justru diuntungkan karena harga batubara sebagai bahan bakarnya malah turun, sementara harga jual listrik tetap.

"Krisis secara langsung tidak berpengaruh terhadap cost production," ujar Presiden Direktur PT Jawa Power, selaku pemilik PLTU Paiton, Joachim Stender, kepada wartawan seusai peresmian SMU Tunas Luhur di Paiton,Probolinggo, 22 November 2008.

Harga pasokan listrik PLTU Paiton ke PLN sendiri sudah fixed sejak negosiasi harga pada tahun 2002. Namun Stender enggan menyebutkan harga pasokan listrik tersebut dengan alasan buku daftar harga tersebut terlalu tebal sehingga tidak mungkin disebutkan satu persatu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk program Corporate Social Responsibility (CSR), Stender menyebutkan bahwa PT Jawa Power sendiri tidak mempunyai prosentase angka nominal yang pasti untuk program tersebut.

Angkanya fleksibel termasuk untuk pembangunan SMU Tunas Luhur yang menghabiskan dana 1 juta $. Pembangunan SMU itu sendiri dibiayai oleh PT Jawa Power dan PT YTL asal Malaysia. Peresmian SMA Tunas Luhur dilakukan selain oleh Bupati Probolinggo, Hasan Aminudin juga oleh Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Paul Freiherr von Maltzahn.

PT Jawa Power sendiri merupakan pemilik PLTU Paiton yang saham 50% nya dimiliki oleh Siemen AG, Jerman, 35% nya oleh PT YTL, Malaysia dan 15% oleh PT Bumipertiwi Tatapradipta.

PLTU berbahan bakar batubara tersebut memproduksi listrik dengan kapasitas 2 x 610 MW atau 6,44% dari sistem Jawa Madura Bali (18,387 MW).

Setiap tahunnya PLTU Paiton menghabiskan 4,2 juta ton batu bara yang pasokannya diperoleh dari 2 perusahaan tambang batu bara di kalimantan Timur yakni PT Berau dan PT Kideco Jaya Agung.

(iwd/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads