Langkah ini dilakukan sehari setelah pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap 10 dana pensiun swasta, yang merupakan kebijakan kontroversial dalam pembelian aset-aset nasional.
Hakim Federal pada Kamis 20 November 2008 memberikan perintah ke Presiden Argentina Cristina Kirchner untuk mengendalikan manajemen di Aerolineas Argentinas (AA) dan Austral. Menteri Transportasi Ricardo Jaime berpendapat pengambilalihan ini diperlukan untuk menjamin pelayanan penerbangan ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ketidakcocokan masalah harga. Namun kongres memberikan lampu hijau pada Selasa lalu (18/11/2008) dan memerintahkan Presiden untuk melakukan nasionalisasi terhadap dua masakapai itu.
Marsan sendiri telah meminta pemerintah Spanyol untuk melakukan intervensi agar melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan dari negara itu.
"Lampu merah telah menyala untuk investasi Spanyol di Argentina. Kami mendapati ketidakpastian hukum di negara ini," kata Deputy Manager AA dan Austral Jorge Molina seperti dilansir dari AFP, Sabtu (22/11/2008).
Nasionalisasi AA dan Austral ini mengikuti kontroversi nasionalisasi yang dilakukan Kirchner
terhadap dana pensiun swasta senilai US$ 26 miliar yang dijalankan oleh 10 bank.
Pemerintah Argentina sendiri mengatakan tujuan dari nasionalisasi dana pensiun swasta untuk melindungi negara dari krisis keuangan global.
Sebaliknya pihak oposisi percaya dana pensiun itu akan digunakan untuk mencegah terjadinya gagal bayar (default) terhadap utang pemerintah Argentina senilai US$ 150 miliar.
Tren nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta yang yang dilakukan Kirchner mengikuti jejak suaminya Nestor Kirchner yang menjadi Presiden pada 2003-2007. Kala itu, Nestor Kirchner melakukan nasionalisasi mulai dari jalan kereta api, perairan sampai perusahaan telekomunikasi.
Suami istri Kirchner ini dituding telah melakukan kerja sama untuk menghancurkan kebijakan privatisasi yang dilakukan presiden sebelumnya Carlos Menem periode 1989-1999. Menem saat ini masih menghadapi penyelidikan dugaan suap bersama menteri ekonominya waktu itu Domingo Cavallo.
Para kaum liberal dan oposisi sayap kanan bersama pelaku bisnis telah memperingatkan Kirchner bahwa nasionalisasi yang dilakukan akan membuat Argentina terisolasi dari dunia internasional dan membuat takut investor karena tidak ada kepastian hukum.
"Nasionalisasi dana pensiun akan menjadi pemicu krisis yang buruk dalam sejarah kami," kata ekonom yang juga mantan calon presiden Ricardo Lopez Murphy.
(ir/ir)










































