Kesepakatan para pemimpin APEC ini sebagai hasil pertemuan tahap pertama APEC Economic Leader's MeetingΒ (AELM) di ruang Bolognesi, Gedung Menteri Pertahanan, Lima, Peru, Sabtu (22/11/2008). Tahap pertama ini membahas mengenai 'WTO Negotiation, Regional Economic Integration, Structural Reform, Global Economic Outlook'.
Sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad di Lima, kesepakatan yang dibuat oleh para pemimpin APEC ini sebagai kelanjutan dari keputusan Pertemuan Pemimpin G20 di Washington, DC pekan lalu. Kesepakatan yang diambil pemimpin APEC ini sama dengan sikap Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan dorongan perdagangan global ini, para pemimpin sepakat untuk menghindari rintangan-rintangan baru untuk peningkatan investasi dan perdagangan selama 12 bulan. "Situasi sekarang juga memaksa menyoroti pentingnya reformasi di sektor finansial di dalam perekonomian kita," kata para pemimpin APEC.
Sebelumnya, ketika mempertahankan perdagangan bebas, PM Kanada Stephen Harper dan Presiden Mexico Felipe Calderon mencela AS yang menimbulkan krisis dan meminta ada peraturan bank yang lebih baik. "Tetangga paling dekat kami dan partner terbesar kami adalah pusat gempa keuangan dan kemunduran global," kata Harper seperti dikutip Reuters.
Sementara Calderon juga menegaskan bahwa biang krisis ini adalah situasi perekonomian di AS. "Ini bukan disebabkan oleh negara-negara berkembang," kata dia. (asy/asy)











































