Pimpinan APEC Sepakat Teruskan Landasan Bogor Goals

Laporan dari Peru

Pimpinan APEC Sepakat Teruskan Landasan Bogor Goals

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2008 07:42 WIB
Pimpinan APEC Sepakat Teruskan Landasan Bogor Goals
Lima - Pimpinan APEC telah menyepakati Deklarasi Lima sebagai hasil dari KTT APEC 2008. Untuk landasan bergerak deklarasi itu, pimpinan APEC sepakat menjadikan Bogor Goals 1994 sebagai landasan.

"Semua pemimpin bilang Bogor Goals," kata Presiden SBY dalam jumpa pers pemaparan hasil KTT APEC 2008 di Hotel Melia Lima, Peru, Minggu (23/11/2008) pukul 18.00 waktu setempat atau Senin (24/11/2008) pukul 06.00 WIB. Jumpa pers dihadiri para delegasi, termasuk sejumlah menteri.

Bogor Goals merupakan deklarasi yang dihasilkan dalam KTT APEC 1994 lalu di Bogor. Salah satu hasilnya adalah perdagangan bebas untuk negara maju direalisasikan pada tahun 2010 dan untuk negara berkembang pada tahun 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kesepakatan pemimpin APEC tadi adalah membangun suatu rezim kerja sama ekonomi dengan open trade dan investment," kata Presiden SBY seperti dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad dari Lima.

Mengenai WTO, kata Presiden, pertemuan APEC tidak hanya menggarisbawahi hasil pertemuan G20, namun lebih detil lagi. "Semua ada jadwal dan timeline-nya," ujar Presiden.

Bulan Desember nanti, para menteri anggota APEC akan melakukan negosiasi mengenai hal ini. Dan pada April 2009, saat dilakukan pertemuan G20, diharapkan sudah ada sesuatu yang dicapai.

WTO memiliki peranan penting bagi Indonesia. SBY berharap WTO akan memasuki babak baru. "Karena itu, saya meminta Menteri Perdagangan untuk mengidentifikasi bagian mana saya yang belum cocok," kata SBY. Bila masih ada bagian yang belum bisa disepakati bersama dalam negosiasi tingkat menteri, Presiden SBY meminta agar hal yang belum bisa disepakati itu terus diperkecil.

Dengan negoasiasi para menteri ini, diharapkan akan merealisasikan Putaran Doha yang ditargetkan bisa terealisasi akhir tahun ini. Karena itu, SBY meminta kepada Mendag, apabila pertemuan ini mengalami deadlock, maka secepat mungkin, hal itu langsung dilaporkan kepada presiden, untuk segera dicari titik temunya. (asy/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads