"Saya sampaikan secara khusus tadi siang mengenai CSR. Masalah ini juga sudah saya sampaikan dalam CEO Summit kemarin," kata Presiden SBY saat jumpa pers pemaparan garis-garis besar hasil KTT APEC 2008 di Hotel Melia Lima, Peru, Minggu (23/11/2008) petang. Jumpa pers dihadiri para delegasi, termasuk sejumlah menteri.
Menurut SBY, dalam situasi normal, sebelum krisis, pelaksanaan CSR yang dilakukan perusahaan-perusahaan, baik perusahaan BUMN maupun swasta, sudah berjalan dengan baik. SBY berharap dengan adanya krisis, maka pelaksanaan CSR tetap berjalan, meski nanti tipe dan mekanisme CSR berbeda-beda, tergantung dari lokasi dan tujuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti CSR harus disinergikan antara pemerintah dan swasta. Saya yakin dalam situasi krisis ini, perusahaan-perusahaan masih mampu melakukannya," jelas SBY.
Dengan adanya CSR terhadap kelompok-kelompok yang membutuhkan dan mereka merasa terbantu, SBY berharap hal itu bisa menjadi kapital. Hal ini tentu bisa bermanfaat dalam waktu-waktu mendatang.
Presiden SBY belum bisa menyampaikan secara detil bagaimana mekanisme CSR ini, termasuk apakah pemerintah perlu memberikan insentif kepada para pengusaha atau tidak. "Masalah ini nanti akan segera kita bahas dalam waktu segera setelah tiba di tanah air," kata SBY. (asy/ir)











































