Demikian disampaikan Deputi Menteri Negera Koperasi dan usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM) bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Ikhwan Asrin dalam acara pekan solusi teknologi informasi dan komunikasi, di gedung SME'sCo, Jakarta, Senin (24/11/2008).
"Sektor UMKM kita, kini sudah kena flu krisis global, dari beberapa laporan di daerah yang biasanya permintaan pembeli ekspor sebelum Natal dan Tahun Baru sudah ada, tapi ternyata sampai saat ini belum ada," ungkapnya.
Bahkan Ikhwan menambahkan dari laporan beberapa sentra kerajinan di Jawa Tengah sudah terjadi penurunan permintaan sampai 30% semenjak gejolak keuangan saat ini. Daerah-daerah lain seperti Kalimantan pun tidak luput terkena imbas khususnya untuk produk kerajinan dan sebagainya.
"Dibeberapa daerah Jawa Tengah, seperti kepala dinasnya melaporlan penurunan sampai 30%," imbuhnya.
Menurutnya salah satu upaya untuk bisa menekan dampak ini, sektor UMKM harus bisa meningkatkan daya saingnya dan peningkatan penetrasi pasar agar lebih jeli. Diantaranya dengan memanfaatkan akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
"Memang sekarang ini masih terjadi kesenjangan dalam memahami teknologi informasi dan komunikasi di UMKM," jelasnya.
Sementara itu Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan Eddy Putra Irawady mengatakan bahwa penerapan TIK bagi sektor UMKM akan meningkatkan posisi sektor ini dengan sektor usaha yang lebih besar lagi sehingga memacu daya saing.
Pemerintah menurutnya telah mengembangkan beberapa langkah kebijakan terkait pengembangan UMKM dibidang TIK diantaranya dalam mendukung akses pasar UMKM seperti dibentuknya pusat inovasi UMKM, penyediaan database mitra importir luar negeri dengan akses handphone, informasi kontainer konsolidasi dan pengembangan industri kreatif. (hen/ir)











































