Menkeu juga meresmikan 7 Kantor Wilayah Dirjen Pajak (Kanwil DPJ) modern dan 135 Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di 10 kantor wilayah seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution dalam keterangan persnya di Istana Dr. Mohammad Hatta, Bukittinggi, mengatakan pembentukan 7 Kanwil DPJ, 88 KPP Pratama, dan 135 KP2KP merupakan tahap akhir dari salah satu program modernisasi unit vertikal kantor pajak di seluruh wilayah Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau satu kantor pajak menjadi kantor modern itu berarti sudah melalui beberapa tahap perbaikan dan persiapan, baik struktur dan organisasinya. Kantor modern struktur organisasinya berdasarkan fungsi, yang melayani lain, yang memeriksa lain, dan yang menegakkan hukum juga lain," katanya.
Dengan pola seperti itu, menurut Darmin, pelayanan pajak dapat dilakukan secara penuh tapi juga bisa menegakkan hukum secara penuh. Dengan pola ini juga, lanjut Darmin, pihaknya yakin bisa melampaui target penerimaan pajak 2008 hingga 5 persen dari target Rp 535 triliun.
Darmin Nasution mengatakan, untuk mengenjot pendapatan negara dari pajak, Direktorat Jenderal Pajak juga akan membuat kantor pelayanan pajak khusus untuk orang-orang kaya di Indonesia atau High Wealth Individual (Wajib Pajak Besar Orang Pribadi).
"Kita sedang membentuk kantor pelayanan pajak besar buat orang-orang kaya di republik ini yang kita sebut High Wealth Individual. Mereka adalah pemilik perusahaan-perusahaan besar. Kita akan buat kantor pelayanan pajak khusus, agar lebih mudah mengenali mereka dan lebih mudah mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya. Dengan adanya kantor itu, diharapkan mereka akan memperoleh pelayanan yang lebih baik," pungkasnya.
(yon/qom)











































