Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Pertanian Kelautan dan Perikanan Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11/2008).
"Melihat kondisi tahun depan, menurut saya sepertinya kita bisa ekspor (gula)," katanya.
Menurutnya, target dari ekspor gula tersebut adalah pasar-pasar non konvensional, dalam arti bukan mereka yang selama ini menjadi produsen gula seperti Asia Tenggara. "Selama ini mereka sudah punya pasar sendiri. Kita mencari pasar-pasar baru," ucapnya.
Ia mengatakan, Indonesia sebagai pemain baru dalam ekspor gula tidak terlalu berharap banyak di tahun-tahun pertamanya. Ekspor gula tersebut juga diperkirakan belum dapat menyaingi ekspor crude palm oil (CPO) yang selama ini cukup besar.
"Jadi kalau kita bisa masuk saja ke pasar-pasar non konvensional untuk gula saya kira sudah bagus.
Kita masih pemain baru, selama ini kita kan impor," ujarnya.
Ia mengaku, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan kepada beberapa negara pembeli. Namun sayangnya, ia enggan membocorkan nama negara-negara calon pembeli gula tersebut.
"Sudah ada sudah beberapa prospek dan penjajakan beberapa negara, nanti saya sebutkan kalau sudah waktunya," imbuhnya.
(ang/ddn)











































