AFD Kucuri RI Pinjaman Lunak Rp 2,4 Triliun

AFD Kucuri RI Pinjaman Lunak Rp 2,4 Triliun

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 09:52 WIB
AFD Kucuri RI Pinjaman Lunak Rp 2,4 Triliun
Jakarta - Agence Francaise de Developpement (AFD) sebuah lembaga pemerintah Prancis bagi pembangunan, memberikan pinjaman senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,460 triliun dengan kurs Rp 12.300/US$ untuk membiayai program mengatasi perubahan iklim di Indonesia.

Pinjaman ini berupa pinjaman lunak yang akan dicairkan pada akhir tahun ini. Pinjaman ini sebenarnya dicairkan dalam jangka waktu 3 tahun dari 2007-2009, namun penyalurannya dicairkan sekaligus pada akhir tahun.

Pinjaman ini memiliki suku bunga sebesar LIBOR minus 30 basis poin per tahun dan pemerintah harus membayar dalam jangka waktu 15 tahun dengan masa tenggang 5 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (25/11/2008), pinjaman ini bertujuan untuk mendukung mengatasi perubahan iklim dan membantu implementasi target dan tindakan yang sudah disepakati dalam bentuk policy-policy matriks selama 3 tahun yang direvisi setiap tahun.

Penandatanganan pinjaman akan dilakukan antara Presdir AFD Jean Michael Severino dengan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Graha Sawala, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

Dengan adanya pinjaman ini berarti AFD akan menjadi menjadi partner Japan International Corporation Agency (JICA) yang sudah memberikan pinjaman US$ 300 juta bagi pemerintah untuk program serupa.

Dana total US$ 500 juta dari AFD dan JICA akan sepenuhnya dimasukkan ke dalam APBN.

Sekedar diketahui AFD adalah lembaga pemerintah Prancis yang mempunyai visi membantu perkembangan negara-negara di belahan selatan dalam rangka bantuan resmi pembangunan pemerintah Prancis.

Seperti dikutip dari situs Depkeu, AFD ini aktif di lebih dari 70 negara dan membiayai proyek-proyek yang bertujuan mengentaskan kemiskinan, membantu pertumbuhan ekonomi dan melindungi kepentingan umum global.

Pada tahun 2007, AFD mencurahkan dana sebesar 3,5 miliar euro untuk berbagai kegiatan, diantaranya program pendidikan bagi 5,8 juta anak, akses terhadap air bersih bagi 4 juta orang.

Proyek efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim di tahun yang sama secara langsung dikontribusikan untuk pengurangan emisi gas karbon dioksida yang diperkirakan mencapai 2,7 juta ton.

Sejak tahun 2005, AFD bertanggung jawab untuk mengusulkan dan menangani bantuan pemerintah Prancis untuk rekonstruksi pasca tsunami dalam bentuk pinjaman bersubsidi, di samping bantuan teknik dari Kementerian Keuangan Prancis dalam bentuk hibah (terutama dalam sektor infrastruktur perkotaan di Banda Aceh) dalam kerangka bantuan Prancis untuk rekonstruksi pasca tsunami.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads