Pembiayaan Defisit 2009 Andalkan Utang Bilateral dan Multilateral

Pembiayaan Defisit 2009 Andalkan Utang Bilateral dan Multilateral

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 14:56 WIB
Pembiayaan Defisit 2009 Andalkan Utang Bilateral dan Multilateral
Jakarta - Pemerintah mengandalkan pinjaman bilateral dan multilateral untuk pembiayaan defisit APBN 2009 yang sebesar 1% dari PDB atau Rp 54 triliun. Langkah itu ditempuh mengingat pembiayaan lewat SUN sulit di tengah pasar keuangan global yang masih labil.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai menghadiri acara "Investor Summit & Capital Market Expo 2008" di Hotel Ritz Charlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

"Defisit 2009 kan 1%. Pembiayaan defisit 2009 akan baik. Seperti yang kita sampaikan, pemerintah melakukan suatu siaga, kalau bond market tidak reasonable dari segi biaya dan risiko, maka wajib cari sumber lain (bilateral, multilateral). Itu yang sedang kita upayakan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pinjaman multilateral dan bilateral sendiri, saat ini pemerintah terus melakukan penjajakan dengan beberapa negara dan lembaga keuangan internasional untuk mendapatkan pinjaman.

"Bilateral, Jepang sudah jelas karena memiliki hubungan yang sudah establish. Perancis sudah konfirm dalam program loan. Australia dalam pembicaraan. ADB sudah confirm $ 1,5 miliar akan di-disburse secepatnya, sedangkan yang $ 500 juta subject to capital increase dari ADB. IDB juga akan standby, termasuk penjajakan penempatan sukuk global," paparnya.

Sementara untuk besaran kombinasi pembiayaan defisit antara SUN, pinjaman bilateral dan multilateral akan dilihat lebih jauh lagi.

"Insya Allah kalau sudah di set, akan di-announce, baik bilateral, multilateral, atau market (SUN). Anytime market OK, domestik atau global, pasti akan kita luncurkan. Total defisit kita Rp 54 triliun, jadi ada kombinasi dari market (domestik & global), bilateral dan multilateral," pungkasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads