Penyerapan Biodiesel Ditargetkan Capai 10% Tahun 2010

Penyerapan Biodiesel Ditargetkan Capai 10% Tahun 2010

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 15:35 WIB
Penyerapan Biodiesel Ditargetkan Capai 10% Tahun 2010
Dumai - Indonesia menargetkan penyerapan biodiesel dalam negeri bisa mencapai 10% dari konsumsi solar nasional pada 2010. Jika menggunakan konsumsi solar dan minyak bakar tahun ini sebagai acuan, maka pada 2010 setidaknya 3,4 juta kilo liter biodiesel akan diserap pasar domestik.

Saat ini kebutuhan solar nasional sebanyak 30 juta kilo liter dan MFO (marine fuel oil) sebanyak 4 juta kilo liter.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam rapat dengan Wilmar Indonesia di Kawasan Industri Dumai, Selasa (25/11/2008).

"Kebutuhan solar kita 30 juta KL hanya untuk Pertamina, Itu termasuk kebutuhan PLN 11 juta kilo liter. Ditambah MFO sekitar 4 juta kiloliter, jadi total 34 juta. Kalau ditargetkan 10%, dari yang sekarang 5%, maka jadi 3,4 jt kiloliter," katanya.

Dirjen Migas Evita Legowo menambahkan, kebutuhan sebanyak ini harusnya bisa dipenuhi karena kapasitas produksi biodiesel Indonesia akan mencapai 5 juta ton pada 2010.

"Tapi kan memang ada sebagian yang diekspor, itu yang harus dipertimbangkan," katanya.

Produsen biodiesel yang sudah terdaftar antara lain Asian Agri dengan kapasitas 0,7 juta kilo liter, Wilmar dengan kapasitas 1 juta kilo liter, Darmex dengan kapasitas 0,1 juta kilo liter, Indobiofuel dengan kapasitas 0,26 juta kilo liter di 2010, Sumiasih dengan kapasitas 0,1 juta kilo liter dan Eterindo dengan kapasitas 0,25 juta kilo liter.

Namun Direktur Wilmar Indonesia Martua Sitorus menyatakan, sebenarnya pemerintah tidak perlu khawatir karena tidak semua pelabuhan fasilitas kelapa sawit memadai untuk aktivitas ekspor.

"Yang bisa hanya beberapa seperti Riau dan Sumatera," katanya.

Selain itu, beberapa negara yang semula adalah pasar ekspor Indonesia kini mulai membatasi impor CPO dari negara tropis seperti Indonesia.

Pembatasan impor seperti inilah yang membuat harga sawit akan terus dibawah harga solar. " Untuk long term, biofuel tetap dibawah harga solar. Banyak pabrik yang dibangun tanpa planning ekspor, tapi untuk dalam negeri," katanya.

Sementara dalam rapat yang sama Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, Pertamina selalu siap membeli biodiesel dari produsen dalam negeri selama harganya tidak lebih mahal ketimbang solar.

"Bagi kita, yang penting sepanjang harganya tidak lebih tinggi dari solar," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads