Pemerintah Perpanjang Izin Impor Mesin Bekas

Pemerintah Perpanjang Izin Impor Mesin Bekas

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 15:56 WIB
Pemerintah Perpanjang Izin Impor Mesin Bekas
Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) mengkaji usulan perpanjangan importasi mesin bekas yang akan berakhir masa berlakunya pada 31 Desember 2008. Keputusan final masih akan dilakukan pembicaraan dengan Departemen Perdagangan (Depdag) dalam waktu dekat.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari dalam acara konferensi pers di gedung Depperin, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

"Kita akan meninjau lagi secara detail atau lanjutkan atau stop. Tapi yang kita inginkan sebenarnya kita ingin stop," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kata Ansari permintaan dan masukan beberapa pelaku industri banyak yang menginginkan kalau importasi mesin bekas tetap dilanjutkan masa perizinannya.

"Importir mesin bekas itu dari pengguna dan rekondisi, tapi arahannya dari Pak Menteri adalah yang masih boleh impor adalah pengguna saja," katanya.

Untuk rekondisi lanjut, Ansari selama ini para rekondisi banyak melakukan impor yang cukup banyak, padahal saat ini mesin-mesin bekas termasuk boros energi hingga 20%.

"Ini pemikiran awal nanti akan dibicarakan lagi dengan pihak perdagangan," jelasnya.

Sementara itu  Ketua Umum Asosiasi Mesin Perkakas Indonesia (Asimpi) Dasep Ahmadi mengatakan penggunaan mesin bekas untuk produk analog tidak menjadi masalah tetapi untuk mesin yang sudah digital dan canggih cenderung tidak efisien.

"Kita pada posisi inginnya dibatasi tapi selektif, ada juga anggota yang membuat mesin tapi masih mengerjakan renovasi mesin bekas," jelasnya.

Pameran Manufaktur

Ajang  pameran Manufacturing Indonesia 2008 Series of Exhibitions 2008 akan segera digelar pada tanggal 3 sampai 6 Desember 2008. Pameran yang menampilkan produk mesin-mesin, jasa dan keahlian sektor permesinan ini akan diikuti oleh 2860 perusahaan yang digelar di JIExpo Kemayoran.

"Kegiatan pameran ini memberikan sinyal lain terhadap minat investasi di dalam negeri ditengah ancaman PHK dan penurunan produksi," tambah Ansari. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads