Nasib 342.008 Karyawan Industri Baja Bisa Terancam

Nasib 342.008 Karyawan Industri Baja Bisa Terancam

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 16:22 WIB
Nasib 342.008 Karyawan Industri Baja Bisa Terancam
Jakarta - Pemerintah diminta segera melindungi industri baja nasional dari ancaman krisis ekonomi global. Jika tidak, maka nasib 342.008 orang pekerja di sektor baja nasional akan terancam.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja PT Krakatau Steel, Budi Santoso dalam diskusi bertemakan 'Industri Baja Nasional di Indonesia' di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

"Kalau keberpihakan pemerintah kepada industri baja nasional kendor, maka akan berdampak pada status 342.008 orang karyawan. Itu baru dihitung per karyawan kalau masing-masing karyawan memiliki anak minimal dua orang, berapa juta orang yang nasibnya terancam," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota DPD Marwan Batubara menambahkan jika pemerintah tidak melakukan langkah antisipatif maka puncak PHK akan terjadi pada pertengahan 2009 yaitu sekitar 500 ribu orang.

"Jangan sampai sektor industri baja menjadi sektor yang memiliki kontribusi terbesar dari angka PHK tersebut," tutur Marwan.

Budi menambahkan, upaya yang dilakukan pemerintah dan DPR ke depan mestinya tidak hanya menaikkan tarif bea masuk impor baja yang rendah.

"Tapi kami harapkan adanya pengetatan regulasi pemanfaatan baja dalam negeri untuk proyek nasional  sehingga industri baja dapat terus berproduksi," katanya.

Selain itu, lanjut Budi, pemerintah juga harus dapat menerapkan SNI yang ada dengan ketat dan konsisten. "Standarnya sudah bagus namun dalam implementasi diperlukan sentuhan-sentuhan lagi supaya bisa  efektif," jelasnya.

Pemerintah juga bisa membantu industri baja melalui proyek-proyek yang sudah dianggarkan dalam APBN 2008. "Kami berharap segera direalisasikan agar kami bisa menjalankan proses produksi dengan baik," ungkap Budi.

Upaya lain yang harus dilakukan pemerintah dan DPR, menurut Budi, yaitu mengawal sinergi antar BUMN. "Kami melihat ini belum terealisasi secara optimal karena ada BUMN yang masih menggunakan produk baja luar negeri. Padahal kalau menggunakan produk dalam negeri maka itu akan mendukung kelangsungan industri baja nasional," kata Budi.

Seperti diketahui, industri baja saat ini sedang terancam dampak krisis global yang terus menggerus permintaan. PT Krakatau Steel bahkan untuk sementara terpaksa merumahkan 2.500 karyawannya terkait berhentinya produksi secara sementara.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads