Hal ini dikatakan oleh Ekonom INDEF Fadhil Hasan di sela seminar INDEF bertajuk "Krisis Finansial, Kontestasi Politik dan Prospek Ekonomi 2009" di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
"Persoalan di sektor riil ini memang baru kita rasakan dalam hal misalnya lay off, atau penurunan dan pembatalan pesanan untuk ekspor. Tapi saya kira pemerintah belum memberikan sesuatu yang signifikan untuk bisa mengatasi persoalan dari sisi ini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang baru dilakukan hanya percepatan pencairan anggaran itu bisa membantu. Tapi yang penting bagaimana bagi sektor-sektor yang terkena dampak dari krisis ini harus ada langkah-langkah yang lebih signifikan," jelasnya.
Dikatakan Fadhil langkah-langkah signifikan yang bisa dilakukan pemerintah untuk menstimulus sektor riil misalnya adalah dari sisi insentif pajak, lalu technical asisstant.
"Untuk itu semua dibutuhkan pemetaan terhadap industri-industri tersebut. Karena masing-masing industri punya persoalan dan karakteristik yang bebeda. Jadi kebijakan sektor riil harus signifikan dan spesifik terhadap industri-industri tersebut," tuturnya.
(dnl/ddn)










































