Hal ini disampaikan oleh VP Pemasaran BBM Ritel Pertamina Denni Wisnuwardani dalam acara diskusi di Graha Niaga Jakarta, Rabu (26/11/2008)
"Mungkin saja ditambah, tapi perlu waktu sampai market stabil, kita juga akan memperluas distribusi di Batam ,bangka mudah-mudahan dengan masyarakat kita akan tambah," katanya.
Dengan tambahan pasokan itu, maka diharapkan bisa menekan penggunaan premium dan masyarakat bisa beralih ke Pertamax dengan melakukan edukasi kepada masyarakat.
Seperti diketahui, per 14 November, Pertamina kembali menurunkan harga Pertamax menjadi Rp 6.800 untuk wilayah Jabodetabek. Sementara harga premium bersubsidi sebesar Rp 6,000. Menurut Denni, sejak harganya turun, permintaan pertamax memang naik 3 kali lipat di Jakarta.
"Biasanya dari 400 kilo liter per hari sekarang menjadi 1500 kilo liter, ini dibandingkan dengan kondisi normal seperti bulan Juni, Juli, Agustus," katanya.
Namun ia memperkirakan ketika harga premium turun pada awal Desember nanti, ada kemungkinan masyarakat kembali lagi mengkonsumsi premium dengan jumlah penurunan 30%. Seperti diketahui, pemerintah akan menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500 per 1 Desember.
"Tapi itu tergantung kemampuan belanja masyarakat. Pada Desember ini trennya pertamax akan turun tapi masih dikepala 6000," katanya.
Selain itu, dalam rangka menambah distribusi Pertamax, Pertamina akan memperluas jangkauan disitribusi Pertamax. Untuk distribusi kawasan Sumatra Pertamina akan menerapkan impor untuk kebutuhan Pertamax karena lebih efisien tanpa menunggu suplai dari Balongan.
Denni juga menghimbau agar masyarakat bisa beralih ke Pertamax selain sekarang harganya sudah murah, Pertamax lebih bagus untuk mesin kendaraan baru agar lebih awet.
Ia mencontohkan untuk kadar oktan (ron) antara produk premium dan pertamax berbeda misalnya untuk pertamax sebesar 92, Pertamax plus 95 dan premium 88.
"Seharsunya mobil baru itu yang diatas tahun 2000 memakai pertamax," serunya.
Hingga kini konsumsi pertamax per tahun mencapai 200.000 sampai 300.000 kilo liter per tahun dan premium mencapai 19 juta kilo liter per tahun.
(hen/qom)











































