"Saya pikir mungkin mereka sedikit tuli dengan apa yang terjadi di Amerika saat ini. Ini adalah masalah kronis, tak hanya untuk industri otomotif, namun untuk kapten industri ini secara umum," ketus Obama.
Ia menyampaikan dalam wawancara yang dirilis ABC News Selasa (25/11/2008), dan dikutip oleh AFP, Rabu (26/11/2008). Wawancara itu sudah direkam sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga produsen otomotif itu kini memang sedang dirundung malang. Krisis finansial telah membuat permintaan mereka berkurang. Produk-produk mereka juga kian tergilas oleh produk-produk Jepang yang dinilai lebih efisien.
Obama juga melancarkan kritikannya kepada para eksekutif di Wall Street. Menurutnya, para eksekutif di Wall Street sudah selayaknya tidak mendapatkan bonus, sebagai wujud tanggung jawab menyusul terjadinya krisis finansial.
"Jika Anda siap mendapatkan jutaan dolar dan Anda memiliki karyawan yang di-PHK, maka paling tidak yang bisa Anda katakan adalah 'Saya sebaiknya akan membuat sebuah pengorbanan', karena Saya yakin bahwa banyak orang yang akan kesusahan dan menghadapi masa-masa sulit," ujar presiden terpilih yang sempat mencicipi kehidupan di Indonesia itu.
"Ketika orang-orang menurunkan ratusan juta dolar bonus di Wall Street dan mengambil risiko yang sangat besar dengan uang milik orang lain, maka hal itu mengindikasikan sebuah rasa bahwa Anda tidak punya sedikitpun persepsi terhadap apa yang sedang terjadi pada masyarakat Amerika," ketusnya lagi.
Obama mengkritik para para produsen yang mendapat bayaran lebih jauh dari pesaing mereka seperti Toyota, Honda, namun mereka kehilangan uang lebih cepat dari para produsen Jepang tersebut. "Ini mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak melihat apa yang terjadi di luar sana," kritiknya.
(qom/ir)











































