Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
"Capex kita drive terus supaya ada justifikasi, sedangkan opex (operasional expenditure) sedikit menurun karena turunnya biaya minyak mentah dan hasil minyak Pertamina," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capex dan opex tersebut merupakan hasil evaluasi selektif dari 35 BUMN, antara lain Pertamina, Krakatau Steel, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Nindya Karya, Amarta Karya, Yodya Karya, Brantas Adipraya, Posindo, Berdikari, Varuna Tirta Prakasya, BTN, BEI, Jasindo, ASEI, Relindo, Taspen, PPA, Pusri, Perum Jasa Tirta I dan II, RNI, PTPN V, Inhutani IV dan V, Perhutani, Peruri, DPS, Batan Teknologi, Kawasan Berikat Nusantara, KAI, Bahtera Adiguna, Angkasa Pura I, Pelindo III, dan HIN. (ang/ir)











































