Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Komersil, Kantor Pelabuhan Batam, Heri Kafianto saat ditemui dalam acara acara launching PORTMAP di Viena Resto&Lounge, Jalan Sukajadi No 205, Bandung Rabu (26/11/2008).
"Dengan adanya krisis, kita kebanjiran pesanan untuk parkir kapal. Jadi selama krisis ini, banyak kapal yang parkir di perairan Batam. Ini mendatangkan keuntungan bagi kita," ujar Heri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya hanya 10 kapal per bulan. Sampai saat ini sudah ada kurang lebih 200-an kapal besar yang kebanyakan dari Timur Tengah, pesan untuk parkir dengan waktu 1-2 tahun," kata Heri.
Menurut Heri, tarif parkir di Batam sebenarnya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif parkir di Malaysia.
"Jika dibandingkan dengan Malaysia, di kita lebih mahal. Tarif yang kita tetapkan adalah US$ 0,041 per GRT (Grows Ton) per bulan. Di Malaysia walaupun ditetapkan progresif, tapi lebih murah yakni 200 ringgit per 10 GRT per bulan," papar Heri tanpa menyebutkan berapa untung yang bakal diraup.
Kecenderungan para pemilik kapal lebih suka memarkirkan kapalnya di Batam dibandingkan di Malaysia karena lebih aman. "Dibanding Malaysia, situasi keamanan dan servis kita lebih bagus. Belum lagi faktor gelombang air laut. Di kita lebih stabil," kata Heri.
Saat ini lahan parkir kapal yang tersedia adalah 200 kilometer persegi. Dan kapal-kapal yang akan parkir di sana adalah kapal dengan ukuran antara 200-320 meter.
"Hanya kapal besar yang kita hitung. Kapal kecil tidak masuk dalam hitungan," pungkas Heri. (afz/ddn)











































