Perusahaan Minyak Korea Segera Hengkang dari Blok Wokam

Perusahaan Minyak Korea Segera Hengkang dari Blok Wokam

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2008 09:50 WIB
Perusahaan Minyak Korea Segera Hengkang dari Blok Wokam
Riau, - Izin eksplorasi Korea National Oil Company (KNOC) di Blok Wokam, Papua sudah kadaluarsa. Setelah 10 tahun eksplorasi dan tidak melakukan eksploitasi, KNOC pun akan segera hengkang dari blok tersebut dalam waktu dekat.
 
Demikian disampaikan Deputi Perencanaan BP Migas Achmad Luthfi disela peresmian produksi Chevron di Lapangan North Duri, Riau, Rabu (26/11/2008).
 
KNOC sudah mengantongi izin eksplorasi di blok tersebut sejak 1997. Sesuai aturan, izin eksplorasi hanya berlaku selama 10 tahun. Jika dalam 10 tahun operator tidak mengajukan rencana pengembangan, maka izin eksplorasinya akan dihentikan (terminate).
 
"Sudah habis, mau diputus. Mungkin beberapa bulan ke depan," kata Luthfi.
 
Izin eksplorasi KNOC sebenarnya sudah habis sejak 2007, namun pemerintah masih memberikan kesempatan pada KNOC karena hambatan pengembangan blok tersebut dinilai kasuistik.
 
Selain terletak di daerah yang terpencil, area blok Wokam juga diklaim sebagai hutan lindung. Akhirnya KNOC pun berencana memperpanjang masa eksplorasi dengan mencari partner untuk mengelola blok tersebut.
 
Namun hingga kini KNOC belum juga menemukan partner sehingga kecil kemungkinan rencana perpanjangannya akan disetujui.
 
"Mau diputus, karena dia nggak dapat partner," tambah Luthfi.

KNOC memiliki 80 persen saham di blok Wokam, sementara sisanya dimiliki Frontier Wokam Corp. KNOC sebelumnya mengaku telah menemukan cadangan minyak sebesar 671 juta barel di blok ini namun belum ada kepastiannya. Dana yang sudah dikucurkan sejak 1997 sebesar US$ 10,265 juta pun terbuang sia-sia. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads