Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Departemen PU Djoko Murjanto dalam jumpa pers di Gedung Departemen PU Jalan Pattimura, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
"PU diminta untuk memperbanyak pinjaman ke luar negeri, hal ini dilakukan sesuai Instruksi Presiden," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun 3 jenis pinjaman yang diajukan PU supaya masuk dalam daftar green book (daftar utang yang disetujui) utang pemerintah adalah sebanyak 15 proyek senilai US$ 1,7 miliar, untuk blue book 35 kegiatan senilai US$ 2,75 miliar. Selain itu atas usulan presiden usulan baru pinjaman sebanyak 12 proyek senilai US$ 2,52 miliar.
12 Proyek baru ini sudah diusulkan Menteri PU Djoko Kirmanto kepada Bappenas agar Bappenas bisa memasukkan daftar pinjaman ke green book.
Sementara itu, penyerapan anggaran Departemen Pekerjaan Umum pada 2008 hingga 26 Nopember mengalami peningkatan sebesar Rp 8 triliun. Penyerapan keuangan meningkat dari Rp 13 trilun pada 2007 menjadi Rp 21,5 triliun untuk periode yang sama.
"Progres penyerapan keuangan PU hingga saat ini mencapai 65,56 persen sedangkan progres fisiknya mencapai 74,3 persen," ujarnya. (ddn/qom)











































