Biayai Proyek Infrastruktur, Pinjaman Asing Diperbanyak

Biayai Proyek Infrastruktur, Pinjaman Asing Diperbanyak

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2008 15:28 WIB
Biayai Proyek Infrastruktur, Pinjaman Asing Diperbanyak
Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum akan memperbanyak pinjaman luar negeri untuk membiayai proyek pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Departemen PU Djoko Murjanto dalam jumpa pers di Gedung Departemen PU Jalan Pattimura, Jakarta, Kamis (27/11/2008).

"PU diminta untuk memperbanyak pinjaman ke luar negeri, hal ini dilakukan sesuai Instruksi Presiden," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari komposisi anggaran PU tahun 2009 Rp 34,9 triliun, 26,42 persen berasal dari pinjaman dan bantuan luar negeri. "Angka ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya, biasanya dalam anggaran PU pinjaman luar negeri di bawah 20 persen," ujarnya.

Adapun 3 jenis pinjaman yang diajukan PU supaya masuk dalam daftar green book (daftar utang yang disetujui) utang pemerintah adalah sebanyak 15 proyek senilai US$ 1,7 miliar, untuk blue book 35 kegiatan senilai US$ 2,75 miliar. Selain itu atas usulan presiden usulan baru pinjaman sebanyak 12 proyek senilai US$ 2,52 miliar.

12 Proyek baru ini sudah diusulkan Menteri PU Djoko Kirmanto kepada Bappenas agar Bappenas bisa memasukkan daftar pinjaman ke green book.

Sementara itu, penyerapan anggaran Departemen Pekerjaan Umum pada 2008 hingga 26 Nopember mengalami peningkatan sebesar Rp 8 triliun. Penyerapan keuangan meningkat dari Rp 13 trilun pada 2007 menjadi Rp 21,5 triliun untuk periode yang sama.

"Progres penyerapan keuangan PU hingga saat ini mencapai 65,56 persen sedangkan progres fisiknya mencapai 74,3 persen," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads