Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara RDP di Komisi IV DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
"Dari penugasan deputi menteri perekonomian, disiapkan dana Rp 250 miliar, kita coba handle jagung untuk tahun 2009," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, sementara waktu Bulog masih mempelajari di kota mana saja yang akan menjadi pusat pengadaan jagung, namun berdasarkan perkiraan sementara Sulawesi akan menjadi pusat pengadaanya.
Hingga kini pihaknya masih membahas dengan beberapa pihak termasuk melakukan rapat dengan kalangan dunia usaha pakan ternak, dinas pertanian di masing-masing wilayah dan lain-lain.
"Untuk penugasannya, belum seperti beras, kita masih pelajari seperti apa mekanismenya," ujarnya.
Namun katanya untuk dana Rp 250 miliar tersebut Bulog boleh memakainya di 2008 atau juga di 2009.
Mengenai persiapan Bulog terutama masalah pergudangan, Mustafa menegaskan bahwa secara infrastruktur Bulog siap karena dari gudang yang dimiliki Bulog masih menyisakan ruang 2 juta ton. "Meskipun setiap komoditas perlu penanganan khusus yang berbeda, soal gudangnya," ujarnya. (hen/qom)










































