"Pasokan gas ini masing-masing dipenuhi dari lapangan Pondok Tengah sebesar 11,4 mmscfd, lapangan Tambun sebesar 10,5 mmscfd, dan Pondok Makmur 1,1 mmscfd," ujar Presdir PT Pertamina EP Tri Siwindono saat penandatanganan kerja sama di Gedung Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
Pasokan gas ke Pembangkit Muara Tawar merupakan salah satu skenario untuk mengurangi ketergantungan pembangkit milik PLN terhadap bahan bakar minyak dan menghemat penggunaan bahan bakar,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan gas dari Lapangan Tambun dialirkan menuju Pondok Tengah melalui pipa sepanjang 6,3 km, dengan diameter 6 inci, yan selanjutnya menjadi 1 dengan prduksi gas dari Pondok Tengah melalui pipa sepanjan 5,2 km diameter 12 inci menuju Muara Tawar.
Tri menjelaskan berdasarkan kontrak jual beli gas antara Pertamina EP dan PLTGU Muara Tawar, harga gas untuk pasokan sampai dengan 30 bbtu per hari sebesar US$ 4,5 per mmbtu, dan kelebihan pasokan akan dihitung dengan harga US$ 5,4 per mmbtu.
Saat ini produksi gas Pertamina EP untuk 2008 rata-rata mencapai 1.005 mmscfd atau 95 persen dari total produksi gas Pertamina. yang seluruhnya digunakan untuk memasok kebutuhan energi di dalam negeri.
Dari jumlah tersebut 20 persen dipasok kepada PT PGN, 22 persen untuk industri, 18 persen untuk pupuk, 18 persen untuk pembangkit, dan 14 persen lainnya untuk kilang Pertamina dan digunakan sendiri. (ddn/qom)










































