Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di ruang kerjanya usai shalat jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
"Saya ingin Komisaris Pertamina nambah jadi 7 orang. Ini masih akan dibicarakan di tingkat menteri dulu, baru nanti ke Presiden finalnya saja," ujarnya.
Alasan dilakukannya penambahan jumlah komisaris tersebut, menurut Sofyan karena Pertamina adalah perusahaan nasional yang sangat besar.
"Telkom saja komisarisnya ada 9, Pertamina itu begitu besar sehingga harus ada orang yang mengerti minyak, keuangan, korporasi secara umum dan lain-lain," katanya.
Ia mengatakan, jumlah komisaris Pertamina sekarang ini tinggal 3 orang saja. "Karena Achmad Rohyadi meninggal, Endriartono sudah undur diri. Nanti kita tambah 4 orang lagi, itu kalau disetujui," jelasnya.
Kementerian BUMN akan segera menyeleksi beberapa orang yang kompeten mengurus Pertamina. Dengan demikian, Ia mengharapkan kinerja Pertamina bisa berjalan dengan baik.
"Itu penting sekali ada orang yang mengerti tentang minyak, keuangan dan sebagainya, sehingga bisa mengontrol betul," ujarnya.
Komisaris Pertamina saat ini adalah Muhammad Abduh, Maizar Rahman dan Umar Said. Endriartono sudah resmi mengundurkan diri, dan pemerintah sedang mencari penggantinya.
(ang/qom)











































