IFC dan ADB Siap Biayai Ekspor

IFC dan ADB Siap Biayai Ekspor

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2008 16:02 WIB
IFC dan ADB Siap Biayai Ekspor
Jakarta - Dua lembaga keuangan dunia yaitu International Finance Corporation (IFC) dan Asian Development Bank (ADB) siap membantu negara-negara di dunia termasuk Indonesia dalam rangka pembiayaan ekspor di tengah ketatnya likuiditas seperti saat ini.
 
Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
 
"Pada pertemuan 13 November lalu di WTO, disepakati bahwa adanya kerjasama melancarkan trade financing termasuk dari IFC dan ADB," katanya.
 
Dikatakan Mari, meskipun begitu bentuk kerjasama pembiayaan dengan lembaga keuangan dunia ini belum jelas bentuknya namun IFC telah berinisiatif meningkatkan dana untuk sistem garansi perbankan di dalam negeri sebanyak tiga kali lipat.
 
Dalam rangka menangkap peluang itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pembiayaan ekspor sebelum pengiriman barang yang bertujuan membantu eksportir untuk mendapatkan uang untuk membeli bahan baku.
 
"Hal ini sedang dipelajari dan juga sedang dijajaki bank-bank agar bisa mendapat akses untuk fasilitas pembiayaan lembaga keuangan dunia," tambahnya.
 
Ia menjelaskan fasilitas pembiayaan ekspor akan berlaku untuk seluruh sektor yang berorientasi ekspor termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sektor-sektor lainnya.
 
Menurutnya Fasilitas pembiayaan ekspor sangat penting untuk menjamin kelancaran kegiatan ekspor yang mulai terpengaruh ketatnya likuiditas perbankan dunia.
 
Seperti diketahui sebelumnya pemerintah akan menyiapkan juga fasilitas pembiayaan ekspor untuk melancarkan kegiatan ekspor yang terhambat ketatnya likuiditas perbankan global akibat krisis finansial dunia.
 
"Kami sudah beberapa kali bertemu dengan BI, perbankan dan eksportir untuk membahas itu," katanya.
 
Fasilitas itu biasa disebut redisconto wessel export with recourse yang akan membantu perbankan mendapatkan likuiditas dari Letter of Credit (L/C) yang telah diterbitkan. Sehingga diharapkan bisa mengurangi risiko ekspor.

(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads