Demikian hasil rapat yang dipimpin Wapres M Jusuf Kalla dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan produsen-produsen pupuk.
"Rapat tadi mengenai kelangkaan pupuk. Kami mengambil keputusan menambah jumlah pupuk bersubsidi dan meningkatkan produksi pupuk sampai akhir tahun 300.000 ton," katanya usai rapat di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau ada kekuarangan akan diberikan," katanya.
Tambahan pasokan pupuk ini akan dipenuhi oleh beberapa produsen. Diantaranya adalah Pupuk Kaltim memasok tambahan 80.000 ton, Pupuk Iskandar Muda menambah 40.000 ton dan Petrokimia Gresik sebanyak 5.000 ton.
Menurut Anton, kelangkaan pupuk yang terjadi kali ini disebabkan meningkatkan kebutuhan petani sementara persediaannya tidak banyak bertambah.
Untuk itu, pemerintah bertekad agar produksi pupuk nasional pada 2009 harus bertambah signifikan hingga mencapai 7 juta ton per tahun.
"Untuk 2009 semua produsen akan meningkatkan produksinya secara maksimal, kalau maksimal bisa sampai 7 juta ton," katanya.
Namun selain meningkatkan produksi, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan. Untuk pengawasan sampai lini 3 akan dilakukan Gubernur dan perangkatnya, pengawasan lini 4 akan dilakukan Bupati dan perangkatnya, dan pengawasan lini 4 ke bawah akan dilakukan oleh Kepala Desa.
Ia juga menegaskan, tidak ada impor pupuk yang dilakukan pada tahun ini. Ekspor pupuk pun sudah tidak ada lagi di penghujung tahun ini.
(lih/ddn)











































